Bromonosaurus


Jpeg

HAIIII sekian lama blog ini diterlantarkan oleh pemiliknya yang tidak bertanggung jawab hehe. Maafin yaaaa… mulai November-Januari pemiliknya sibuk magang. Februari sibuk istirahat. Maret sibuk mikir judul Tugas Akhir. April baru merealisasikan semua yang tertinggal. Sekarang jadi kaku hahaha padahal magang jadi reporter yang kerjaannya nulis mulu ((halah)).

Daaan tanpa rasa bersalah, tulisan pertama ini dengan sombongnya akan bercerita tentang… fokusnya ke mana, ya? Yaudah buat ngalir aja dulu.

Akhir Maret sampai awal April kemarin, gue ikut trip dari salah satu perusahaan tour and travel yang ada di Depok. Gue sebagai… yang kerjaannya ngawal orang-orang tour sambil jelasin tentang tempat wisata. Trip kali ini kebagian menjelajahi daerah-daerah yang ((alhamdulillah nya)) masih di Pulau Jawa, yaitu Bogor, Surabaya, Suramadu, Malang, dan Bromo, bersama salah satu SMA yang ada di Tangerang Selatan.

Karena di sini gue kerja, gue mau foto-foto pun mesti tau diri. Nggak mungkin euforia gue melebihi orang-orang yang bertujuan untuk tour. Jalan-jalan gue cuma terhitung sebagai bonus aja ((kenyataannya emang gitu)). Kalian juga harus percaya bahwa di sana gue udah bayangin bakal cerita dari awal berangkat pukul 00.00 WIB dari Batu, Malang, menuju Bromo demi dapet sunrise. Sayangnya, sampai Jakarta itu semua musnah bersama tumbangnya badan gue.

Gue nggak tau bidikan cantik dari smartphone –yang nggak begitu cantik– itu tersimpan di mana. Gue nggak tau tempat-tempat yang udah gue apalin buat gue ceritain dari Bogor sampai Bromo kenapa bisa ilang gitu aja. Untungnya, laporan perjalanan yang diminta perusahaan masih bisa gue inget dan gue selesain ((ini penting)).

Jadi, tulisan ini cuma ngasih tau bahwa pemilik blog ini abis dari Bromo karena kerjaan. Udah itu aja. Kalau dibilang norak dan nggak ada manfaatnya karena nggak bisa nyeritain apa-apa, gue pun sedih ((mungkin akan beda cerita kalau gue ke Bromo dengan tujuan jalan-jalan)). Karena ternyata, mengunjungi tempat baru dengan merangkul “pekerjaan” baru itu super sulit.  Untuk suka duka dipekerjaan baru ini, mungkin akan nyusul ditulisan selanjutnya hahaha karena butuh kesiapan mental.

Yang gue inget, bakso di lautan pasir harganya Rp10.000. Di panci gerobak, asap kuah bakso masih mengebul. Nggak sampai 2 menit setelah dituang ke mangkok, kuahnya dingin. Bayangan akan meniup kuah dengan anggun seketika buyar. Super sekali Bromo ini….

Dan ini, satu-satunya foto yang tersisa di Bromo bersama teman-teman TL. Bonus, kali aja ada yang mau liat Bromo dalam 30 Detik. 🙂

IMG-20170403-WA0001_1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s