Media Power (Kekuatan Media)


material-promo-_-2-stories
Sumber gambar dari Google

Jika saya mengatakan bahwa saat ini air bukan lagi satu-satunya pemuas dahaga bagi manusia, apakah Anda setuju? Jika iya, lalu apa yang menjadi pemuas dahaga bagi manusia? Jawabannya, informasi.

Informasi dinilai bukan lagi sebagai kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi salah satu kebutuhan primer. Manusia selalu mencari informasi kapan dan di mana saja, namun di manakah manusia dapat menemukan informasi? Ya, melalui media massa.

Prof. Dr. H. Hafied Cangara, M.Sc. dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Komunikasi menyatakan bahwa sifat penyebaran pesan melalui media massa (surat kabar, televisi, radio) berlangsung begitu cepat, serempak, dan luas. Maka, tepat rasanya jika kekuatan media dikatakan mempunyai peran penting dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.

Akan tetapi, fakta di lapangan memberi kenyataan yang berbeda. Media massa seperti sudah beralih fungsi. Dua masalah utama yang saya anggap merusak fungsi media massa ialah kekuasaan politik dan ekonomi.

Kekuasaan politik adalah hal pertama yang harus saya benahi jika saya menjadi pemilik media. Media yang di latar belakangi unsur politik memungkinkan berita yang disiarkan menjadi memihak. Kode etik jurnalistik akan ditinggalkan dan wartawan akan kebingungan karena mempertanyakan sebenarnya apa yang ia kerjakan. Belum lagi, bagaimana jika berita yang memihak itu justru menggiring opini publik padahal berita tersebut sebenarnya bertolakbelakang dengan fakta?

Dan ekonomi, hal kedua yang juga harus saya benahi jika saya menjadi pemilik media. Media yang mengedepankan ekonomi di atas segalanya akan menyampingkan apa-apa yang tertulis di UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran demi mengejar keuntungan. Banyak media yang lebih mengedepankan acara yang memiliki rating tinggi agar dapat menarik iklan sebanyak-banyaknya, tidak peduli apakah acara tersebut memberikan edukasi atau tidak. Alih-alih mencerdaskan masyarakat, yang terjadi justru sebaliknya.

Lalu bagaimana dengan konglomerasi media atau kekuasaan terhadap kepemilikan beberapa media, yang kini tengah menjadi topik hangat? Konglomerasi media bisa diibaratkan seperti gurita karena “satu pihak” bisa memiliki “banyak media”, dari cetak sampai digital. Kepemilikan satu pihak terhadap banyak media bukan hanya menguntungkan dari segi ekonomi, namun bisa mengendalikan media-media tersebut sehingga mendominasi opini publik. Dengan gambaran seperti ini, sangat jelas terlihat bahwa kekuatan media mempengaruhi banyak hal.

Untuk itu, Indonesia memerlukan media yang independen, media yang memberikan fakta kepada masyarakat tanpa memihak, transparan, dan jujur, serta media yang menjalankan lima fungsinya (informasi, korelasi, kesinambungan, hiburan, dan mobilisasi) secara merata seperti yang dikatakan Daniel Mc.Quail dalam bukunya Teori Komunikasi Media Massa. Dan itu semua tidak lepas dari siapa dan bagaimana seorang pemilik media memimpinnya.

Advertisements

12 thoughts on “Media Power (Kekuatan Media)

  1. Naan..keren!! Ringan tapi ngena.
    Gue juga ngerasa gitu, sekarang media udah mulai di kuasai elit politik, makanya sering dimanfaatkan untuk ‘pengalihan isu’ buat kepentingan individu/kelompok tertentu.
    (makanya gue males nonton/baca artikel berita)

    1. Duh, jadi kesandung haha. Sesungguhnya gue juga baru belajar, tapi makasih ya!
      Yahhh tapi kak kl males nonton/baca berita, bisa jadi landasan ‘orang atas’ trs ngebodohin kita krn mereka merasa nggak ada yg kritik tingkah mereka yg salah.

    1. Sama yusss!! Skrg mau nonton atau baca media tapi isi beritanya nyaris sama=pencitraan (apalagi kl media2 yg dimiliki suatu grup).
      Masa kita harus nyari kenyataan yg netral di panggung stand up?? Hihi

  2. Media massa sih buat “media” aja, selebihnya kayak penggiringan opini atau akal mesti kita sendiri yang harus pinter-pinter dan cari-cari dari sumber yang lain. Yah, itung-itung buat pelarian dari tugas yang numpuk nih, media massa boleh lah jadi hiburan kecil buat gue (apa gede ya?). Keren nan!

    1. Perihal penggiringan opini dan cari sumber lain; masalahnya masyarakat Indonesia bnyk yg nggak peka ttg alih fungsi media saat ini, bnyk dari mereka yg nelen mentah2 informasi yg didapat. Mau cari informasi dari sumber lain juga gmn? Wong nyari ke media A, B, C tapi pemiliknya sama (nah lho?)
      Buat hiburan, nonton running man aja deh hehe awet muda. Btw, makasih mil 🙂

  3. Unsur politik dan ekonomi dalam media memang bukan harus dihilangkan, tetapi sebaiknya dibenahi saja. Pada dasarnya manusia adalah mahluk politik (zoon politicon) menurut Plato. Manusia gak bisa jauh dari namanya politik termasuk juga media. Cuma bagaimana cara membenahinya saja.

    Kemudian dari segi ekonomi tentunya media perlu pemasukan. Menciptakan acara dengan rating tertinggi sudah menjadi sebuah keharusan. Di mana ada acara dengan rating tinggi, pasti banyak pengiklan yang masuk dan tentu jadi sumber dana media untuk kegiatan operasional dan gaji karyawan. Menciptakan acara berating tinggi memang tidak mudah, terutama acara yang bermanfaat bagi khalayak luas.

    1. Wah, big boss, terima kasih pendapatnya haha.
      Ya, makanya gue nulis ‘benahi’ bukan ‘hilangkan’ krn politik dan ekonomi dalam media sdh seperti air dan udara, agak sulit bagi media utk memilih hidup hanya dengan salah satunya (terutama ekonomi krn kaitannya sdh ke sumber dana kegiatan operasional dan gaji karyawan).
      Dan krn alasan itulah gue dan teman2 ─yg setidaknya sdh tau dan belajar ttg ilmu jurnalistik─ nantinya hrs benahi dua hal tsb. Dua hal tsb memang sdh melekat di media, tapi blm mendarah daging. Nah, jd sbg generasi penerus yg ‘punya keinginan sbg pemilik media’, dua hal tsb hrs kita kupas secara tuntas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s