Adakah Tempat yang Pantas Bagimu Selain Surga?


5643fa27-870c781495

“Untuk setiap bulir air mata yang mengalir di pipinya, semoga Tuhan menjadikan itu sebagai cahaya yang menyinari langkahnya. Untuk kasih sayang tulus yang tak pernah putus sampai akhir zaman, semoga Tuhan membentangkan jalannya menuju surga.”

“Bu Guru…” begitu sapaan dari anak-anak didikmu.

Anak-anak yang usianya berkisar tiga sampai lima tahun, anak-anak yang selalu memancarkan kebahagiaan, anak-anak yang selalu membuat duniamu tak lagi sunyi, anak-anak yang selalu merengek dan menarik ujung bajumu jika meminta sesuatu ─begitu setidaknya definisi mereka bagimu.

Ketika tiba di rumah, terkadang kaumengeluh karena lelah berada di tengah mereka seharian penuh. Tapi jika hari esok telah tiba, semangatmu seperti tak pernah padam untuk bertemu mereka. Seakan profesimu bukanlah sebuah kewajiban, melainkan kebutuhan.

Dulu, kau hanya seorang ibu rumah tangga. Setiap hari membangunkan anak-anak dan suamimu untuk pergi ke sekolah dan bekerja. Lalu dengan sepenuh hati membuatkan sarapan dan bekal siang untuk mereka bawa. Setelah mereka berangkat, kaumenunggu tukang sayur yang biasanya lewat di depan rumah. Setiap hari ide kreatifmu muncul lewat masakkan yang kauciptakan.

Ketika mereka tiba di rumah, wajah ceria dan sambutan hangat darimu membuat rasa lelah mereka berubah menjadi rasa gembira. Mereka kembali antusias jika kau tanya apa saja yang terjadi hari ini di sekolah atau di kantor. Sesederhana itu, kehadiranmu, selalu bisa membuat aku, adikku, dan ayahku tak lagi mengenal rasa lelah dalam menjalani kehidupan.

Kini, menjadi seorang guru di salah satu taman kanak-kanak, kaupilih untuk menghabiskan waktu. Mengharapkan upah layak aku pikir bukan tujuanmu karena aku tahu betul upah yang kau dapat tak sebanding dengan apa yang kaukerjakan.

Berjalan enam tahun, alasanku mengizinkan hanya karena aku tak ingin lagi melihat kau bersedih karena merasa kesepian ─meskipun aku tahu kaumenangis setiap malam. Aku tak ingin lagi melihat air mata kehilangan, aku tak ingin lagi melihat kau yang amat rapuh mengeluh tentang kematian yang bagimu dapat mengubah keadaan begitu dahsyat.

Dan wanita rapuh itu kini memegang banyak profesi. Seorang ibu rumah tangga, seorang guru, seorang ayah, juga seorang ibu. Dengan banyaknya profesi itu, aku bertanya-tanya, adakah tempat yang pantas bagimu selain surga?

Tulisan ini telah dimuat di DAKWATUNA.COM – Adakah Tempat yang Pantas Bagimu Selain Surga.

Advertisements

One thought on “Adakah Tempat yang Pantas Bagimu Selain Surga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s