Main Bareng Rusa


Bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di kota-kota besar dan ingin melepas penat dengan berlibur ke alam bebas, sepertinya penangkaran rusa yang ada di Kota Bogor dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan mengisi liburan.

Berdiri sejak tahun 1993, objek wisata yang berada di bawah naungan Dinas Perhutani Bogor tersebut bernama Wana Wisata Pendidikan Penangkaran Rusa Cariu. Meskipun lokasinya terletak di Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Bogor, tapi penangkaran rusa tersebut masih memakai nama “Cariu” karena dulu lokasinya masuk ke dalam Kecamatan Cariu sebelum adanya pemekaran wilayah.

Kalau kalian dari Jakarta, setelah keluar dari Cibubur, perjalanan masih berlanjut sampai ke Cileungsi dan menuju alun-alun Jonggol. Dari alun-alun Jonggol, masih sekitar 30 km atau 1 jam perjalanan lagi hingga sampai ke penangkaran rusa Cariu.

Dengan harga tiket masuk Rp8.000/orang dan gratis untuk anak-anak berumur di bawah 5 tahun, kalian udah dapat menikmati wisata alam dengan luas sekitar 5 hektar tersebut. Beberapa fasilitas penunjang yang disediakan antara lain tempat parkir, musholla, toilet umum serta warung makanan dan minuman. Tapi jangan kaget kalau keadaannya masih jauh dari layak.

img_9070

img_9071

Selain itu, berbeda dengan rusa-rusa yang ada di Kebun Raya Bogor, rusa-rusa yang ada di sini tidak di masukkan ke dalam jeruji pagar, tapi dibiarkan berkeliaran bebas di padang rumput. Sayangnya, penangkaran rusa ini masih terbilang sepi dan jauh dari keramaian. Salah satu faktor yang menjadi alasan adalah akses yang sulit menuju lokasi. Nggak ada angkot, ditambahnya rute jalan yang berkelok-kelok saat mulai melewati Jonggol sampai ke lokasi.

Saat sampai di tempat, kalian jangan kaget lagi kalau dibuat pusing karena harus mencari di mana lokasi pastinya, secara cuma ada papan kayu kecil sebagai penanda pintu masuk. Kalian juga harus melewati jalan menurun yang curam dan penuh bebatuan kasar untuk menuju loket pembelian tiket.

Belum lagi….. setelah membeli tiket masuk, kalian juga harus berjalan kaki sekitar 15 menit untuk sampai di area penangkaran rusa. Tapi perjalanan kaki kalian nggak terlalu sia-sia, kok. Pemandangan alam di penangkaran rusa ini lumayan untuk menyegarkan mata. Bagus buat spot foto.

img_9204

Di sana, kalian akan melewati jembatan gantung dengan panjang ± 30 meter yang hanya dapat dilewati maksimal 10 orang. Jembatan tersebut membelah aliran Sungai Cibeet. Gue sempat foto pemandangan dari bawah dan saat berada di jembatan.

img_9069

img_9058

Setelah melewati jembatan, kalian harus melewati jalan setapak yang menuntun sampai ke area penangkaran rusa. Jalan setapak itu memiliki lebar ± 1,5 meter. Di sisi kanan dan kiri jalan juga terdapat pepohonan rindang yang membuat udara terasa sejuk dan menyegarkan.

Kemudian kalian akan sampai pada sebuah pintu masuk area penangkaran rusa. Kalian akan melewati jembatan lagi yang di bawahnya bukan aliran sungai, tapi padang rumput tempat penangkaran rusa. Menariknya, kalian dapat memberi makan rusa-rusa tersebut dengan membayar Rp10.000 untuk 1 ember kecil berisi umbi-umbian.

img_9127

img_9158

Omong-omong, tujuan gue ke penangkaran rusa ini sebenarnya bukan untuk berlibur, tapi karena tugas mata kuliah reportase yang temanya tentang tempat wisata. Jadilah, yang menjadi fokus utama gue adalah bagaimana fakta terkait keberadaan tempat wisata ini. Seperti, jumlah rusa.

Menurut salah satu petugas jaga, rusa-rusa yang ada kini hanya tersisa 7 ekor saja, terdiri dari 6 ekor Rusa Jawa (Timorensis) dan 1 ekor Rusa Tutul (Axis-Axis). Hal itu disebabkan karena pengoperan rusa-rusa yang ada di Penangkaran Rusa Cariu ke daerah Kalimantan oleh pihak Perhutani. Padahal sebelum lebaran kemarin masih tersisa setidaknya 30 ekor.

Dannnn… karena tujuan utamanya adalah wawancara buat tugas, gue nggak mengabadikan banyak foto buat bikin tulisan (yang gue tag di jalan-jalan) ini tergambar di bayangan kalian. Belum lagi karena gue berkunjung bukan di hari libur, tempatnya jadi sepi, jadi nggak ada yang bisa dimintain tolong buat fotoin kami (gue dan temen gue) apalagi setelah si mas yang gue wawancarain bilang nggak ngerti megang kamera, hiks. Alhasil kalau mau foto gantian gitu deh kayak di atas. 😦

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s