Perahu Kehidupan


Ini bercerita tentang perjalanan seorang anak manusia yang tengah mengarungi luas samudera. Bersama perahu sederhana, tapi tanpa nakhoda.

Suatu pagi, ia pernah menuju utara, lalu tiba-tiba berbelok ke barat daya. Perjalanannya tanpa tujuan, ia hanya ikuti hasrat dan keinginan.

Suatu siang, ia pernah jatuh dan tenggelam. Tapi sakitnya dibayar lunas dengan pesona yang disuguhkan di dasar lautan. Lalu ia menjadi benci berada di permukaan. Katanya, berada di permukaan mengancam perahunya menabrak karang.

Suatu senja, ia pernah mendayuh begitu cepat, tanpa istirahat, seolah tak sabar ingin menggapai darat. Tapi tiba-tiba ia melambat, kembali cepat, melambat, makin lambat, lalu menetap.

Suatu malam, keadaan pernah memaksanya untuk menepi dan berhenti. Tapi tak ia hiraukan, ia tetap melanjutkan perjalanan. Sampai akhirnya ia jatuh dan tenggelam. Sayangnya, kini yang ia temukan hanya gelap, dasar lautan menjadi menyeramkan.

Maka, di waktu pagi, siang, senja, maupun malam, ia tak akan menemukan muara karena ia akan terus berkelana sampai ia merasa bahagia.

tumblr_mx6hkylp0P1t55o59o1_1280
Sumber gambar dari Google

Dan perahu itu adalah hidupmu. Tapi kau belum menemukan siapa gerangan yang akan menjadi nahkoda itu. Sampai saat ini, kau hanya pasrah jika ombak membuat perahumu terlempar jauh atau tiba-tiba tanpa izin menyeretnya untuk mendekat. Ombak seperti takdir.

Takdir mengatakan bahwa ia senantiasa berputar. Jika hari ini kau berdiri paling atas, siapa yang akan tahu jika esok kau bisa duduk tanpa alas? Tapi duduk tanpa alas tak selalu berarti buruk. Bukankah terlalu lama berdiri akan membuatmu pegal? Jangan pernah membenci atau terlena dengan posisi yang sudah kau dapatkan karena keduanya dapat membuat perjalananmu berujung kematian.

Perjalanan itu perlu dinamika, kau boleh memainkan langkahmu. Di tengah perjalanan kau akan menemukan orang-orang yang mewarnai hidupmu, tapi tak sedikit orang-orang yang akan menghalangi jalanmu. Kau perlu cepat menghadapi rintangan, tapi kau boleh memperlambat langkah agar dapat melihat sekelilingmu. Jangan pernah berjalan sambil mendongak ke langit jika kau tak pernah menunduk ke bumi.

Perjalanan juga butuh jeda, seperti halnya kau butuh bernafas. Demi mengejar mimpi, kau berlari tanpa henti. Tanpa kau sadari kakimu berlumur darah dan akhirnya langkahmu terhenti.

Pada akhirnya, tak ada yang bisa menebak sebuah perjalanan. Siapa dan apa yang akan kau temukan di pertengahan adalah misteri kehidupan. Tapi jangan pernah takut tersesat. Bagi nakhoda, bukankah lautan dan daratan adalah pilihan? Tapi konsekuensi tidak bisa dipilih karena sedih dan senang sudah ditetapkan.

 

 

Advertisements

One thought on “Perahu Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s