Untuk Apa dan Siapa


1402064084709708

Mungkin ikatan ini terasa amat sesak, sehingga Tuhan melonggarkan. Mungkin telah terlalu jatuh untuk bangun, sehingga Tuhan terpaksa turun tangan. Atau mungkin memang sudah waktunya melupakan, sehingga Tuhan tega menjauhkan.

Jika bagimu waktu lebih tajam dari pisau yang baru diasah, aku setuju. Jika bagimu waktu tak juga mampu menyembuhkan luka, aku setuju. Jika lukamu telah membekas untuk waktu yang lama, kau tak sendiri, aku pun sama.

Kita terlalu akrab dengan menunggu. Menunggu dengan gundah, menunggu dengan resah, dan menunggu dengan perasaan penuh prasangka. Lalu kita digolongkan dengan orang-orang yang merugi.

large

Untuk itu, mari sama-sama bangkit, mari saling membantu untuk menopang, mari tersenyum dan yakin jika pasti akan ada yang datang memberimu cinta atau menebus semua luka.

Kita sudah tidak punya jawaban untuk menjawab; untuk apa menunggu atau untuk apa bertahan. Karena jika  pertanyaan untuk siapa dilontarkan padamu dan kau masih menjawab untuknya, kaulah yang menyebabkan ceritamu amat menyakitkan.

Kita harus sadari bahwa tak semua cerita mengizinkanmu melihat bagian akhir, beberapa di antaranya hanya membiarkanmu untuk melihat sampai di pertengahan, dan kau tak bisa memaksa. Jika orang buta tetap memaksa melihat, bukankah yang ia lihat hanya gelap?

Sumber foto: https://risefromtheground.wordpress.com/mab/

 

Advertisements

One thought on “Untuk Apa dan Siapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s