Di Lorong Kampus


Lorong ini mengingatkanku pada sebuah lorong di salah satu rumah sakit terkenal di pusat kota. Bukan karena tak tercium bau alkohol dan methanol sehingga aku menyukainya, tapi karena lorong ini hanya ada di kampusku. Karena di lorong, aku bisa begitu dekat denganmu.

Tapi meski dekat, kamu sering tak menyadari keberadaanku. Tapi meski sering berpapasan, kamu sering mengalihkan pandang. Tapi jika nanti kamu penasaran, ingat aku saat kamu berhenti, saat berbalik arah, juga saat kamu sampai di tujuanmu.

Karena saat kamu berhenti berjalan di lorong ini, ย aku juga berhenti di belangkangmu. Karena saat kamu ingin berbalik arah di lorong ini, aku berada di balik pilar tembok lorong. Dan jika kau mendengar, “Besok ketemu lagi, ya!” saat sampai di tujuanmu, itu suaraku.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s