Andai kamu tak hanya menyadari


lentera

Kamu ; senyum sederhanaku saat bertemu. Helaan nafas panjangku saat berlalu.

Tidak ada yang bisa aku lihat. Bahkan ketika kita menyempatkan mencuri seperseribu detik untuk berpandangan. Matamu sangat menipu, tidak terlihat sayu, namun aku ..melihatnya bola matamu yang bergetar ; aku tau kamu gugup. Sampai aku tak punya kesempatan lagi untuk berpura-pura. Aku mengagumimu. Tidak ada yang bisa aku lihat. Bahkan ketika kamu begitu perhatian. Ah, mungkin hanya aku yang berfikir kamu begitu perhatian padaku. Sampai aku begitu cemburu ketika kamu begitu memperhatikan seseorang. Begitu tulus. Aku semakin mengagumimu.

Cinta, semua tentang berbagi ; berbagi dan berbagi. Itu yang aku lihat dari kamu. Begitu tulus, pada siapapun. Sampai aku terbiasa dengan cemburu ini. Sesak yang sama. Seperti dulu. Kamu selalu berfikir aku bersedih karena merindukannya ; tanpa kamu tau, aku menyembunyikan kamu dibalik rasa itu, bukan dia yang kamu fikir aku mencintanya. Kamu. Aku mengagumimu.

Andai kamu tak hanya menyadari..

View original post 313 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s