Awal Mulanya Begini


Kalau di tulisan sebelumnya, gue cuma ngasih tau cita-cita mereka karena informasi selanjutnya kalian harus cari di blog mereka masing-masing. Sekarang gue mau kenalin mereka ((rupa dan wujudnya seperti tergambar di bawah)), sekaligus awal mula kenalan.

dscf6190
Dari yang paling kiri; Christine Inelta (Itin), terus yang pakai kerudung; Syarifa Umihani (Umi), yang paling putih; Yusnia (Iyus), dan yang paling kanan; gue.

Itin, Umi, dan Iyus, tiga orang temen terdeket gue selama SMK ini masih jadi orang-orang yang sulit dan terlalu panjang untuk diceritakan. Deskripsiin rupa dan wujudnya aja bakal lama ((makanya gue uploadin foto mereka)), apalagi kalau ditambah sifat dan kenangan barengnya.

Gue nggak tau apa di kehidupan sebelumnya kami pernah kenal apa enggak, yang pasti yang gue inget, gue ketemu dan kenal mereka sejak masuk SMK dan “deket barengnya” pun mulai kelas XI. Tapi gue lupa gimana kejadian pastinya, hehe. Cuma “mungkin” di bawah ini bisa jadi jawabannya…

Yang pertama, mungkin karena jalan pikiran kami sama. Untuk orang yang hobi ngomong dan cerita, punya temen yang jalan pikirnya sama menjadi hal yang penting. Karena kalau enggak, nggak bakal nyambung. Tapi bukan berarti kami nggak pernah bersebrangan. Asal tau aja, sebenernya sifat kami beda-beda. Itin sama Umi orangnya santai, sedangkan gue sama Iyus sensitif banget.

Yang kedua, mungkin karena selera humor kami sama. Mengatasi sifat yang beda, punya selera humor yang sama bisa jadi jalan tengahnya. Kalau selera humor udah sama, perdebatan akibat “salah omongan” bakal minim terjadi karena masing-masing udah tau standar dan batasan. Simpelnya, kalau gue bilang Raditya Dika lucu, pasti mereka juga bilang lucu. Meskipun gue sama Itin suka Radit lewat buku-bukunya, sedangkan Umi dan Iyus suka Radit lewat stand up comedynya.

Yang ketiga, mungkin karena sama-sama antiwacana. Ngomong tentang “dibatalin janji” udah jadi makanan sehari-hari deh buat kami. Sampai kalau keseringan bikin rencana sendiri atau acara yang “cuma berempat aja”, ya karena seperasaan itu.

Yang keempat, mungkin karena takdir. Garis lintasan kami kayaknya banyak yang numpuk deh. Meskipun nasib setiap orang beda-beda, tapi kami pasti punya aja sesuatu yang kebetulan. Satu, orang yang kami panggil Ayah, Papa, dan Abeh, sama-sama udah ada di surga ((mungkin sekarang lagi gosip sambil main catur bareng)).

Dua, tanggal lahir kami unik; (Iyus, 5 Februari 1995), (Gue, 15 Februari 1996), (Itin, 5 Maret 1997), dan (Umi, 15 Maret 1996). Jadi kalau orang-orang mengartikan 15+5=20, kami mengartikan 15+5=takdir. Jadi kalau setiap ulang tahun ganti lilin, lilin kami bisa digilir sampai 3 tahun.

Tiga, kalau main, yang nyariin bukan Ibu. Kalau bukan Ibu, siapa dong? Pacar? Iya pacar, pacarnya gue itu tante gue, pacarnya Umi abangnya, pacarnya Iyus mpoknya, dan pacarnya Itin opugnya. Itu lah pacar yang nyariin kami kalau lagi main.

Terakhir, angka 8 jadi angka sakral. Ini karena jumlah saudara kandung sih. Iyus 8 bersaudara, Umi 3 bersaudara, Itin 3 bersaudara, dan gue 2 bersaudara. Jadi kami saling melengkapi gitu, kalau kurang satu, nggak bakal utuh karena 3+3+2=8 ((nggak penting sih, haha)).

Dan seperti angka 8 yang ditulis tanpa terputus, semoga pertemanan kita juga gitu, ya. Tetap jadi diri sendiri karena diri yang apa adanya membuat teman sejati hadir bukan karena ada apanya. 🙂  -Nanda

 

Advertisements

5 thoughts on “Awal Mulanya Begini

  1. Dan sayangnya gak perlu susah2 gue cari karna setiap lu ngepost&comment notifnya masuk ke email gue wkwk jadi ya langsung dibaca deh postingan kali ini
    Buat orang yang gak pernah tau kita sih palingan cuma bisa ngartiin kalo 15+5 = 20, tapi buat gue arti 15+5 itu…………….. *cukup kita aja yg tau, ngeri ada yg ngestalk terus ditweet*
    Makasih Nan, Tin udah masuk dalam dunia kegilaan gue sama iyus di stand up, tapi sayang sampe sekarang gue belom bisa masuk didunia kenovelan kalian itu wkwk harap dimaklumi ya!
    Oiya kak rajaku gak bisa maen catur, bisanya maen karambol, ya biasa orang betawi jaman bahela mah kan maenannya maenan kampung 🙂
    Dan terakhir berharap yang terbaik buat kita semua, bisa jaga diri masing2 dimanapun kita berada ya gaes! Hahaha salam kangen dari anak perbanas….

  2. krn aku follow blog ini, maka aku ada disini membaca kangen kamu sama keluarga di cipinang muara, sayang ga ada tulisan kangen ama pembina ekskul jurnalistiknya …. hahahaha gapapa, kita kan ga resmi keberadaannya, tapi udah bisa ngracunin nanda masuk jurnlistik di kampus berjaket kuning, proud o u nanda, umi, yusnia dan smua deh, doa saya buat kamu smua spy cepat sukses dan bermanfaat buat diri sendiri, keluarga, dan negara … love n miss u so much

    1. Aamiin.. Saya nggak tau mau bales apa, terharuuu hehe. Pak Dedi, Umi sama Yusnia berpengaruh bgt buat hidup saya, saya ada di sini juga karena kalian. Love and miss you too! Pengen bikin buku yg dipersembahin khusus buat kalian hehe, insyaAllah nanti sambil belajar nulis. 🙂

      1. Makasih nanda, sbelum ditulis dibuku tulis aja di blog kamu, pasti bikin teman” kamu bahagia … bahwa di SMKN 50 cipinang muara banyak kenangan indah yg bikin nanda semangat kejar sukses, sukur” ada foto” yg ktinggalan di hardisk bisa diposting bareng tulisan itu … sy ikut happy deh, met berjuang cyiiin, jaga kesehatan & nilai IP yg baik soy sgera wisuda & keliling dunia jadi jurnalis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s