Accsaro: Absen 1-10


Haiii.. Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam! Salam-salam buat para penyendiri sejati yang masih setia menanti seraya mengagumi tanpa berani mendekati ((salim)). Rencananya sekarang gue mau ngepost tentang tulisan lama waktu jaman-jamannya masih sekolah dulu ((padahal baru lulus dua bulan)). Tulisan ini belum sempat gue post di blog, gue tuh nggak ada waktu, tiap hari belajar, iya belajar, belajar lupain kamu… ((gerogotin kayu)).

Accsaro, sebelumnya kalian yang mengaku secret admirer sejati blog gue pasti udah tau kan siapa Accsaro itu? ((diincer Israel)). Ya pokoknya gue belum bosen jadiin mereka sebagai bahan pembicaraan di blog gue. Kali ini gue mau menguliti mereka satu demi satu, membalut mereka dengan mentega terbaik, menaburi mereka dengan seres termanis, lalu menutup mereka dengan roti bersayap ukuran 29cm. Oke, gila.

Adinda Puja Aldilas: “Din, parfum lo apa sih?” yang ditanya tiba-tiba tatapannya sinis, hidungnya kembang kempis, dompetnya menipis, lalu nangis. “Nggak ah ntar lo nyamain”. Jadi Dinda ini kalau ditanya parfumnya apa nggak pernah mau jawab, katanya takut disamain. Dinda juga nyablak kalau ngomong, apa aja yang ada di otaknya saat itu pasti dia bilang. Nggak perduli waktu dan keadaan. Kadang bikin Accsaro ngakak, kadang juga bisa bikin Accsaro diam tanpa kata ((digendong D’Massiv)). Sekarang gue tantang elo yang baca buat berani nanya sesuatu ke Dinda. Lo berhentiin langkahnya, lo panggil namanya pake desahan, lo tatap matanya dalam-dalam, lo belai rambut lurusnya, lo pegang tangannya, lo pasti digampar ((siapin pundak)).

Adityas Putri Wiguna: Panggil aja Tyas. Kalau Adit, itu panggilan temen SMPnya. Kalau Uti itu panggilan keluarganya. Kalau Djoko? Itu Bapaknya! ((Nanda vs Tyas: 1-0)). Jalan pikirannya udah ketebak, kalau lagi asik cerita panjang lebar terus semua orang ketawa, dia ikut ketawa. Semua orang diem, dia ikut diem. Semua orang mikir, dia ikut mikir. Semua orang ngerti, dia nggak ngerti. Biarpun begitu, kalau ada acara Tyas pasti jadi bendahara dalam kepanitiaan orang-orang anti PHP dan rumahnya selalu siap menjadi basecamp ((kasih mendali)). Ah tapi tetep aja nggak ada yang spesial di hidupnya, curhatnya aja sama Simsimi, di screencap, di save pula. Ya begitu emang jomblo, memori handphonenya penuh sama kenangan ((prihatin)).

Agil Bahtiar: Orang pertama yang hidup di Accsaro dan menjadi saksi prasejarah yang hobi nembak adek kelas ((sorakin)). Accsaro itu beranekaragam, jelmaan Ayah Rozak yang agak mirip Rizki Alatas aja ada disini. Sayangnya Agil punya kebiasaan yang bisa jadi ledekan: Pada suatu hari yang cerah tanpa bayang-bayang seorang mantan.. “@agilbahtiar started following you”. Satu detik kemudian.. “Woy followback dong!”. Dua hari kemudian.. “@agilbahtiar doesn’t follow you but you follow @agilbahtiar”. Jadi ketika Eyang Subur menceraikan istri-istrinya karena fatwa MUI, Agil menceraikan followersnya karena tuntutan anak gaul “Gaul adalah ketika jumlah followers lo lebih banyak dari jumlah orang yang lo follow” ((ngecat ubin)).

Christine Inelta: Ya udahlah terserah lo mau manggil apa aja, Itin/Tine/Batak/Kiting terserah lo, dia ikhlas. Seperti ikhlasnya orang-orang yang harus terima bel istirahat berbunyi karena saat itu berarti para pembawa bekal sejati harus mengeluarkan makanan dari kolong meja dengan cara menyelinap, padahal lo udah kelaperan banget sampe bekal telur ceplok lo itu bagaikan hamburger di mata lo. Terus lo dengan hati-hati melirik ke kanan, melirik ke kiri, melirik ke atas, melirik ke bawah, melirik ke depan, melirik ke belakang, lo tarik napas panjang-panjang sampe napas lo abis terus lo pinjem napas orang lain terus lo sadar Itin baru aja sendawa karena abisin makanan lo ((guling-guling)).

Eka Nur Fauziah: Si cantik dari Tebet yang selalu sedih kalau musim hujan tiba karena nggak bisa ngejangkau Cipinang gara-gara akses lewat Kampung Melayu kebanjiran. Semangat sekolahnya berbanding terbalik dengan absen dibawahnya ((muka paham)). Eka ini kadar polosnya udah paling maksimum, apapun jawaban yang keluar dari mulutnya dan tergambar di ekspresi wajahnya selalu bisa bikin rakyat Accsaro ngakak, heran bahkan ilfeel. Dulu kalau whatsapp-an sama pacarnya lewat handphone orang, sekarang handphone sendiri. Dulu kalau mau upload foto sharenya ke facebook, sekarang ke instagram. Dulu kalau online facebook via 0.facebook.com, sekarang facebook for android. Dulu dulu dulu kumenderita, sekarang aku bahagiaaa ((duet bareng tegar)).

Elvina Riski Oktaviani .S: Biasa dipanggilnya Elvina, tapi kalau lagi ngeselin panggil aja, Keling. Sebenernya kalau diliatin bener-bener sih manis tapi siapa yang mau ngeliatin bener-bener? ((joget perut)). Kadang juga dipanggil ‘wanita seribu alasan’ soalnya bangkunya paling sering kosong. Entah alasan apa tapi kalau lagi di introgasi guru bisa aja jawabnya, makan jalan tol kali ya? Lancar bener jawabnya. Accsaro banyak kehilangan moment lengkap karena Elvina jarang masuk ((serius ini sedih)). Pacarnya sering nganter sama jemput pulang sekolah, si Botak. Dulu Elvina emang setia sama si Botak tapi kini Elvina berubah. Lebih tepatnya saat negara api menyerang… ((berantem sama Aang)).

Galuh Dwiyana Dewi: Dulu belum pake jilbab nih, rambutnya kiting, masih menjadi orang paling gila di Accsaro, masih sering kelepasan goyang ngebor kalau denger dangdutan. Sekarang? Sama aja sih. Accsaro mengenal Galuh sebagai orang yang paling setia sama temen, inget banget waktu Nurul di UKS nangis kesakitan terus Galuh setia banget jagain disampingnya ((kasih mawar)). Adeknya lucu, mirip banget sama Galuh. Harapannya sih Galuh bisa meneruskan usaha dari mengikuti ekskul kewirausahaannya dulu, yaitu buka usaha toko emas, mungkin bareng Adeknya atau bareng Mumut. Mudah-mudahan, ya. Nanti kalau rakyat Accsaro udah pada nikah, selipin emas di amplopnya ya, Gal? ((pijitin uler)).

Ika Sartika: Panggilannya Ika, Cibul, Chibi atau Cibong. Pilih aja enaknya yang mana. Orang paling royal di Accsaro yang rela dompetnya terkuras kalau lagi kumpul bareng, bahkan kalau jam kosong Ika pernah pulang ke rumahnya buat ambil cemilan dan Accsaro makan bareng-bareng. Padahal Cipinang-Jatiwaringin itu jauh ((cium Ika)). Kalau bicara tentang Ika, ada beberapa pilihan yang bisa rakyat Accsaro lontarkan. Antara hidup dan mati. Antara helm lo ancur atau rambut lo dijambak. Antara gagal diet atau bawa Ika ke Puncak terus bikin lingkaran terus pakai baju Accsaro warna biru terus matiin lampu terus nyetel lagu terus mepet-mepet ke samping Galuh terus mulai agak sedih terus sedih beneran terus nangis terus sesegukan di tengah keheningan malam renungan terus iya lo bener ini emang lagi bahas malam renungan, masih inget kan? ((provokator)).

Ilmi Sugi Hartati: Panggil aja Ilmi deh, jangan Kak Novi plis. Dulu pernah ada yang nyamain gembel kober couplenya Eka ini dengan Kak Novi. Entah apa yang terjadi dengan mata dan nurani adek kelas itu, yang pasti rakyat Accsaro ikut berkabung. Di mana pun ada kamera, disitu ada Ilmi. Cepet banget naksir cowok, cepet banget dilupain kalau motornya bukan ninja. Apalagi kalau dipaksa turun dari motor yang udah butut terus minta bantuin dorong, plis itu bukan Ilmi banget. Intinya gampang kok naklukin Ilmi, bilang aja kurusan. Yang berkesan dari Ilmi itu waktu tragedi ‘salah pegang’ di Ragunan. Yang sayangnya belum lulus sensor kalau ditulis disini. Yang di mana acara pertama Accsaro waktu di Ragunan itu masih dibumbui dengan cinta segitiga antara masing-masing anak. Yang di mana ada peristiwa penyerahan coklat, yang di mana ada kata “Maaf ya, tapi lebih baik kita temenan aja” ((selfie bareng buaya)).

Indah Rismayani: Dipanggilnya Indah, tapi kalau di rumah dipanggilnya Maya. Ini panggilanku, apa panggilanmu? ((Makan indomie)). Sebenernya di sekolah emang pake kerudung tapi di facebook kadang-kadang. Mukanya rada gepeng, alisnya tebel, idungnya mancung ke ehm dalem, badannya rata tapi cowoknya banyak ((mulai ambigu)). Suaranya nggak kalah cempreng sama Mpok Nori. Suka sebel pake banget kalau udah muncul di recent updates, atas bawah isinya Indah semua. Kalau lagi galau suka minta cariin pacar baru, kalau sebel sama kenek metro suka nggak mau duduk, kalau ngomong idungnya suka kembang kempis, kalau lo naksir ya bilang aja… ((Kasih pin bb)).

Tunggu Accsaro: Absen 11-20, ya!!

Advertisements

4 thoughts on “Accsaro: Absen 1-10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s