Belajar Dewasa dari Accsaro


Masih sama seperti malam-malam biasanya, nggak ada yang spesial, masih seperti pada malam yang sering membuat gue bertanya-tanya, “Apa cuma hidup gue doang yang terkesan datar dan kurang menarik?”. Tapi tiga hari belakangan ini gue banyak ucap syukur kepada Allah SWT, gue ngerasa segala sesuatu yang telah atau akan direncanakan-Nya pasti punya tujuan.

Gue inget tiga tahun lalu saat pertama kali menginjakkan kaki di gedung sekolah itu. Tempat yang asing, tempat yang sesak dengan hilir mudik manusia berseragam putih abu-abu, tempat yang penuh dengan ocehan canda tawa penghuninya, tempat yang setiap sudut bangunannya punya cerita, tempat yang mempertemukan gue dengan teman-teman gue saat ini dan yang pasti tempat yang jadi saksi perjalanan hidup gue.

Tiga hari dua malam, kami pilih waktu singkat itu untuk menghabiskan liburan bersama, sampai ketika salah satu diantara kami mencetuskan kata ditengah perjalanan, “Pengumuman tinggal 6 hari lagi ya”. Ada beberapa dari kami yang menanggapi, “Eh iya nggak terasa, ya”. Tapi sisanya diam.

Entah apa yang ada di dalam pikiran mereka. Memikirkan hasil ujian atau memikirkan kenapa waktu berlalu begitu cepat atau bertanya-tanya akan jadi apa setelah lulus atau belum ikhlas melepas masa-masa sekolah atau tentang beribu alasan lain yang mengganjal hati mereka –yang juga gue alami.

Sedikit melupakan tentang itu, setelah tiga tahun bersama memperjuangkan kata lulus dengan empat puluh orang teman sekelas, ingin rasanya tau apa sih unek-unek mereka selama ini. Tentang kelas ini atau tentang manusia-manusia di dalamnya.

Sampai ketika malam renungan itu tiba, malam yang penuh dengan air mata perwakilan rasa resah ataupun kesal yang selama ini dipendam, juga air mata yang menandakan rasa lega dan mengisyaratkan rasa bahagia pernah menjadi salah satu bagian dari kami, Accsaro.

cimg4926

Mereka, Accsaro, adalah keluarga.

Accsaro yang buat malam-malam gue nggak lagi diisi dengan pertanyaan yang selama ini nggak bisa gue pecahkan karena mulai dari malam ini, gue punya jawabannya. Gue bangga bisa jadi bagian dari kalian. Accsaro yang buat gue belajar tentang sisi negatif dari diri gue yang harus gue ubah. Accsaro lebih dari cermin, gue bisa liat perjuangan itu mempunyai peran penting dalam hidup dan yang nggak berjuang akan tersisih oleh alam dengan sendirinya.

Dan Accsaro.. terimakasih, gue teramat jadi fans kelas ini. Semoga Allah mendengar harapan kita hari ini, dan tentang perjuangan, Allah selalu menghargai apa yang telah kita upayakan, kalian hanya perlu percaya.

Pada malam sunyi di dataran tinggi kota hujan,
Rabu, 13 Mei 2014.

Advertisements

One thought on “Belajar Dewasa dari Accsaro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s