Guru PPL di Mata Accsaro


Nggak ada yang membantah mengenai pepatah yang mengatakan kalau guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Begitu juga dengan calon guru-guru ini. Pernah tau kan guru-guru praktik dari universitas? Guru PPL, mereka juga pahlawan tanpa tanda jasa.

Semasa gue sekolah, khususnya di SMKN 50 Jakarta, gue pernah beberapa kali diajar guru PPL. Tapi ditulisan kali ini, mewakil Accsaro, gue mau ceritain guru PPL khusus pelajaran untuk jurusan gue yaitu akuntansi. Kebetulan, selama 3 tahun itu, guru PPL akuntansi buat Accsaro memiliki huruf depan yang sama… ((agak nggak penting tapi buat jadi penting aja deh)).

Nurfadhilah (tinggi badan kurang memadai, rambut lurus panjang, berponi miring sebelah kanan, pakai kacamata, hobi pakai belt). Awal masuk, guru yang punya suara minimal kayak Megah ini biasa kami panggil Bu Dhila. Awal ketemu, di jidatnya kayak ada tulisan, “Hallo anak-anak belajar apa kita hari ini”. Dan waktu pisah, dia ngasih kami dompet kecil gitu, warnanya terserah kami mau milih apa, yang pasti kami rebutan waktu itu. Pahlawan dari segipandang gue waktu gue liat dia ngajarin Indra tentang jurnal umum dengan telaten dan pakai hati banget, berhubung waktu itu cuma Indra yang remed. Indra sendiri udah kayak pengen nangis, tapi semangat guru yang selalu pakai nama pacarnya kalau buat soal ini seolah bilang, “Ayo, Indra pasti bisa!”

Desrini Rahayu (badan tinggi besar, pakai kerudung, asal pulau sebrang, judes, galak). Waktu secara tiba-tiba dia masuk bersama Bu Jeane, dia nyengir. Tapi yang keangkat cuma sebelah bibirnya doang. Horror nggak, tuh? Seolah di jidatnya ada tulisan, “HAHA akhirnya saya mengajar”. Logatnya tuh Padang banget tapi dia mengaku asli Batak. Tapi kami nggak peduli, alhasil kami lebih sering manggil dia dengan sebutan Bundo Desi. Segala sesuatu yang Bundo bilang serius pasti kami ketawa. Bayangin aja, dia pengen punya anak mirip Dito. Dari segi apa? Segi otak, bolehlah. Segi yang lain-lain yang gue pikir ya kayak wajah, kayak suka sendawa dan kentut di sembarang tempat, kan nggak banget. Pahlawan dari segipandang gue karna dia mengajar dalam keadaan hamil 5 bulan. Bisa dibayangkan ibu hamil ngajar 40 anak yang sifatnya beda-beda dan hampir tiap hari bikin ulah.

Stephani Chintya Deby (tinggi kurus, rambut ikal panjang, muka lonjong, sering pakai rok). Nama panggilannya Bu Deby. Kadang kami manggilnya Bu Step. Stephani kepanjangan. Awal pertama masuk, jidatnya yang sexy itu seolah bercap, “Hi student, I’m your new teacher!”. Si (-1) ini baru beberapa hari yang lalu pamitan, dia ngasih kami foto yaaa yang nggak usah disebut lah betapa malunya. Kadang kami juga suka heran sama tingkahnya yang aneh bin ajaib, dia susah ditebak. Yang pasti sih dia berhasil buat kami nunggu kedatangannya tiap ngajar, penasaran ingin liat apalagi yang akan dia perbuat kali ini. Pahlawan dari segipandang gue itu dia bisa buat kami dari ujung keujung nyatu dan sehati suka sama guru. Dia berhasil buat kami membisu waktu dia bilang, “Saya punya pil vertigo 8 butir selama setahun, tapi selama ngajar kalian aja saya sudah habis 3!”

Tapi setiap pertemuan pasti ada perpisahan kan, ya. Pisah sama Bu Dhila kita ketemu Bundo Desi. Pisah sama Bundo Desi kita ketemu Bu Deby. Tapi menurut gue perpisahan itu cuma ungkapan, “Oke anak-anak kita pisah ya sampai sini..” padahal kata selanjutnya “Kapan-kapan kita ketemu lagi, ya!”

Terima kasih Bu Dhila, Bundo Desi, dan Bu Deby atas ilmu, cerita, dan pengalaman yang nggak akan kami lupakan. Atas perilaku dan perkataan kami yang mungkin menyakiti hati, mohon dengan ikhlas dimaafkan. Semoga kita bisa ketemu dilain waktu dan kesempatan, semoga Ibu juga senantiasa mendoakan kesuksesan kami karena kami pun demikian, dan semoga kami menjadi murid-murid yang nggak terlupakan, hihi…

image

P.S: Foto yang dipost cuma yang bareng Bu Deby dan Pak Diki. Hehe maaf ya Bu Dhila dan Bundo Desi, foto bareng kalian ada di mana ya… 😦

Advertisements

4 thoughts on “Guru PPL di Mata Accsaro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s