Lupa Bawa Nyali | Cerpen buat Radit


Hari ini males banget sekolah tapi tugas dari Pak Entis masih menanti, lebih tepatnya itu tugas belum gue print sama gue jilid padahal sudah jatuh tempo alias deadline ngumpulin makalah itu hari ini. Ngomong-ngomong tentang Bapake Entis Tresno Karokoe, Pak Entis ini nama aslinya Trisna Aldi Salvaro tapi biasa dipanggil Entis. Katanya waktu kecil sering kepergok nahan pipis.

Pak Entis ini guru PKN, doi sekilas mirip Christian Widodo eh Christian Ronaldo. Gayanya sedikit kamseupay kalau lagi ngawas ujian, kumisnya bak mahkota yang menghiasi bibir tipisnya, alis matanya tipis, rahang pipinya selalu bergetar hebat kalau doi lagi ngomong “Kamu manusia apa kacang?”

Tapi satu sih yang bikin doi punya ciri khas, pipinya selalu merah merona kalau Bu Stephani lewat. Pipinya berubah jadi merah jambu. Karena muka Pak Entis imut jadi sekilas kayak marmut merah jambu.

Gue berniat mabal di pelajaran Pak Entis, gue mejeng 1 jam pelajaran di kantin. Surga, gue liat Alena. Adek kelas gue yang mirip Nabila Syakieb. Tjakep asli! Cinta gue ke dia bagaikan cinta brontosaurus. Sudah tertanam lama tapi tak terungkapkan. Lebih tepatnya tak terbalaskan. Tapi gue nggak akan menyerah! Secara gue kambing jantan, bro. Masa iya gue pantang menyerah?

Setelah gue puas ngutang di ibu kantin, gue bergaya ke lantai 3. Liat anak kelas 10 yang lagi belajar. Secara gue senior masbro di sini, yaa lo lo pada taulah lah, coy! Gue keliling sambil goyang caisar tapi gue malah kesasar. Gue kesasar ke kelas yang lagi pelajarannya Bu Paurus. Nama aslinya Paula Sitorus. Doi guru bahasa Indonesia, kebetulan anak kelas 10 ini lagi praktik drama.

Tapi pas praktik, ada satu kelompok yang kurang pemain katanya. Pemain itu berhalangan hadir. Karena pemain itu cuma sebagai pemeran pembantu, alhasil gue yang disuruh ganti. Setau Bu Paurus sih kelas gue lagi ulangan dan gue selesai duluan makanya boleh keluar kelas.

Karena ini kelasnya Alena jadi gue harus stay cool. Gue kira tokoh yang gue peranin cuma numpang lewat tapi ternyata sampai ganti kostum segala. Dan ternyata kostum yang gue pakai membuat Arya Wiguna kawin lari. Psikopat! Gue jadi manusia setengah salmon.

Satu kelas ngetawain gue, termasuk Alena dan Bu Paurus. Bencong! Gue ngibrit ke toilet, tapi gue rapuh, gue cuma bisa ngesot. Parahnya gue dibilang babi ngesot. Dan ini bad ending, gue ketemu Pak Entis yang ternyata nyariin gue. Anjir romantis!

Tapi ternyata doi nggak sendiri, doi bawa rombongan anak kelas gue. Anjir miris!
“Mau kemana lagi Radit? Kamu manusia apa kacang?” ucapnya garang.
“Anu…. Anu… Pak.. Anu..” gue gagap.
“Anu kamu kenapa???” ucapnya lebih keras.
Seketika anak kelas gue tertawa terbahak-bahak. Bencong!

Gue diseret ke lapangan, menuruni tangga demi tangga. Melihat gigi kuning dan gelak tawa bau jigong mulai nampak dari mulut demi mulut. Gue ciut, gue lupa bawa nyali! Rasanya gue pengen makan semua yang ada di kakus. Seketika nama facebook gue keganti jadi Radikus Makan Kakus.

LHO, SIAPA YANG GANTI??!!!!


Artikel ini adalah salah satu karya saya di Indi School 2013 kategori Cerpen buat Radit. Alhamdulillah karya saya yang lain berhasil masuk 15 besar karya terbaik, mengingat saingannya adalah sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Vote ya, mohon bantuannya. Registrasi dengan akun facebook masing-masing, cari karya atas nama saya. Terimakasih, lihat disini: bit.ly/175n18w

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s