Rumah Kedua


tumblr_inline_mmrebdZJBa1qz4rgp

Bicara tentang pendidikan, bicara tentang sekolah. Hm, sekolah seperti apa sih yang kalian dambakan? Adanya guru yang baik? Ya, bukan guru yang menceritakan kehidupan sehari-hari dan menelantarkan pelajaran. Fasilitas yang memadai? Ya,bukan fasilitas yang kurang baik yang dapat menghambat kemajuan pendidikan. Lingkungan sekolah yang bersih dan asri? Ya, bukan lingkungan yang dikelilingi banyak sampah. Pelajaran yang tidak membosankan? Ya, bukan pelajaran yang semuanya harus dikuasai tanpa memikirkan bakat dan minat.

Tapi, apakah kalian tahu kalau pendidikan di Indonesia menurut survey yang telah dilakukan kini berada di peringkat 110 dari 180 negara di dunia? Lalu, apakah kalian masih pantas untuk terus menuntut tanpa membantu demi adanya perubahan? Dan, apakah kalian masih bisa bangga dengan hasil survey tersebut? Sebenarnya, apa sih makna pendidikan yang sesungguhnya di mata kalian?

Pelajar bicara tentang pendidikan, menurut saya pendidikan adalah salah satu cara memajukan bangsa dan menghapus kebodohan tetapi di zaman yang serba modern ini, pendidikan justru menjadi ajang bisnis untuk meraup keuntungan dengan cara-cara tertentu, benarkah?

Sekolah gratis, misalnya. Ya, janji manis yang dilontarkan pemerintah kita yang nyatanya tidak sesuai dengan harapan. Apakah sekolah gratis memang hanya sekadar janji manis saja? Atau hanya sekedar bunga tidur bagi mereka masyarakat menengah kebawah untuk bisa merasakan bangku sekolah tanpa memikirkan kesulitan biaya?

Sekolahku, rumahku. Itu yang seharusnya terjadi. Karna kalau dipikir-pikir, anak sekolah seperti saya lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah. Masuk pukul 06:30 dan pulang pukul 14:30. Jadi kalau ada yang bilang sekolah adalah rumah kedua, menurut saya itu benar. Namun, jangankan untuk kalangan anak putus sekolah yang tidak dapat merasakan rumah kedua ini, anak yang dapat bersekolah seperti biasa saja belum tentu dapat merasakan kenyamanan di rumah kedua ini. Lho, kenapa begitu ya? Bukankah mereka tidak memikirkan kesulitan biaya?

Kalian sebagai pelajar atau mantan pelajar pasti pernah dong mengalami suka dukanya duduk di bangku sekolah. Guru, guru merupakan variabel penentu yang membuat suatu sekolah bermutu. Guru adalah pahlawan tanpa tanda saja, tanpa pamrih. Kalau, gurunya killer?

PhotoGrid_1372042704535

Tidak sedikit pelajar yang mempunyai masalah dengan gurunya di sekolah, mungkin juga itulah salah satu faktor yang membuat pelajar tidak dapat merasakan kenyamanan di rumah keduanya. Dan faktor ini harus segera diubah demi tercapainya kenyamanan di rumah kedua.Β Nggak ada guru killer selama guru tersebut masih bertindak wajar, guys. Lagi pula segalak-galaknya guru pasti mereka juga punya hati kok. Sekeras-kerasnya batu pasti bisa hancur kalau terkena air terus-menerus, begitu juga hati seorang manusia. Berpikir positif dan coba sukai pelajarannya, jangan takut salah jika kalian memang benar. Dan sopan santun itu perlu lho guys, bukan cuma kepada guru yang kalian sukai. Dengan itu, saya yakin rumah kedua ini akan jadi tempat yang nyaman untuk kalian, karna apa pun alasannya guru adalah orang tua kita disekolah.

Fasilitas dan lingkungan sekolah, penunjang kenyamanan. Ya benar dong, kalau sekolahnya ketinggalan zaman, apa nikmatnya? Fasilitas seperti laboratorium dan perpustakaan harus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.Teknologi yang canggih saat ini harus bisa digunakan sebaik dan seoptimal mungkin. Dan lingkungan sekolah yang asri dan bersih merupakan tanggung jawab semua warga sekolah. Mewujudkan sekolah adiwiyata bukan hanya mimpi kalau kita bertindak sejak dini.

00000002

Mata pelajaran di sekolah yang monoton dan itu-itu saja dapat membuat pelajar menjadi bosan, terlebih karna pelajar selalu saja dituntut untuk dapat menguasai semua pelajaran yang disampaikan tanpa memperhatikan bakat dan minat pelajar tersebut. Sifat remaja yang mudah bosan dan butuh hal baru harus diperhatikan, penyampaian materi pelajaran yang jadul harus diubah sejak sekarang. Dengan menggunakan media yang dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, warna dan gerakan dapat membantu guru untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Serta pemberian pekerjaan rumah (PR) dengan jumlah soal yang banyak dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda tidak sebanding dengan jangka waktu yang diberikan, juga harus diperhatikan karna kalau tidak kenyamanan pelajar akan berada di rumah keduanya akan terganggu. Bisa saja pelajar menjadi takut masuk sekolah karna belum mengerjakan PR atau bisa saja pelajar malah mengambil jalan pintas (mencontek) untuk dapat mengerjakan PR tersebut.

images

Sama seperti pelajar lainnya, harapan saya untuk pendidikan Indonesia ke depan agar lebih maju adalah dambaan semua pelajar. Dan dengan memperhatikan hal-hal seperti diatas saya yakin peringkat pendidikan di Indonesia di mata dunia akan jauh meningkat lebih tinggi. Bukan menuntut, namun kita bertindak bersama. Sebagai pelajar, lulus adalah impian saya. Membahagiakan orang tua adalah tujuan saya. Saya yakin apabila pendidikan Indonesia bergerak lebih maju dan lebih baik ke depannya, kegagalan dalam pelakasanaan Ujian Nasional tidak akan lagi terulang sehingga saya dan pelajar seluruh Indonesia dapat lulus penuh dengan harapan bukan keputus asaan.

13173833872014396645

Nanda Febriani, SMK Negeri 50 Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s