Lengket, Seperti Ulat Keket


image

Kata orang, persahabatan yang berjalan lebih dari 8 tahun itu bakal jadi persahabatan abadi.

Emang bener? Nggak tahu, persahabatan gue sama 6 orang ini belum selama itu. Kenal dari 2008, berarti sekarang baru 5 atau mungkin 6 tahunan. Tapi gue punya firasat kalau kami bakal saling kondangan dan saling antarkado saat ulang tahun anak kami nanti. Aamiin dong, makasih.

Kok ngomonginnya kondangan sampai ke anak segala? Udah bawaan. Dari zaman SMP, ngayal punya pacar sampai suami, udah jadi hal biasa. Dari zaman Idola Cilik Season 1 sampai 3 yang kebetulan lagi hits di zaman kami ─dan kebetulan finalisnya seumuran─ sampai artis luar negeri macam Bang Bieber, udah masuk ke dalam daftar. Dan kalau kebetulan idolanya sama, biasanya kami tinggal urutin aja dia mau jadi pacar atau suami ke berapa. Aduh, bener-bener edan yang berkelas!

Pernah alay? Nggak usah ditanya. Berhubung di zaman kami Facebook lagi bener-bener naik daun, jadi foto bergaya, status, sampai nama pribadi diubah jadi alay udah biasa bahkan berjalan beriringan. Tapi belum ada tuh likes atau followers palsu ─eh kalau di Facebook masih friend aja deh namanya. Semuanya tergantung tingkat keeksisan. Makanya kenalan sama kenalannya temen itu berguna banget buat memperluas pergaulan dan menyebar jaring.

Ngomong-ngomong menyebar jaring, masa SMP menjadi masa yang paling manis buat ngalamin cinta monyet. Kok manis? Ya…..emang manis. Tapi manisnya baru berasa selang bertahun-tahun kemudian. Di umur kami waktu itu, masalah yang sepele bagi orang dewasa, bisa jadi kiamat kubro bagi kami. Salah kirim sms, contohnya. Eh, di zaman kami lagi tren banget tuh yang namanya kirim-kiriman sms  Yang smsnya kayak gini, lho:

MnUm su2, mKn kWaCi,,
gW LucHu? mKaSii,,,

aD be2k, pGaNg gaLaH,
Lo jLek? Ya iYa LaH

NaEk kReTa, bLi kaDo,
Ga Suka?? BoDo,,

Jln MaBeS, di TMII,,
aYo blz kLo bRani,,.

Agak gimana gitu, ya.. tapi percaya deh sms kayak gitu pernah berjaya pada masanya. Dan kami termasuk orang-orang yang ikut menjayakannya.

Masih banyak cerita kami yang lain, tapi dulu gue belum meraba dunia blogging. Kalau curhat di buku diary, alhasil diary-nya sekarang kemana tau. Hmm, jadi nggak bisa sharing deh.

Intinya, putih biru gue menjadi berarti karena kenal kalian. Atau malah lebih berarti jika nggak mengenal kalian? Ah, nggak peduli. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang senantiasa bersyukur atas apa yang dimiliki. Jadi, pernah mengenal dan jadi bagian dari kalian, tentu gue bersyukur melebihi apa pun.

Terserah orang mau bilang apa, yang tau kan kita. Ya, nggak? –Nanda, 17thn, untuk ulat-ulat terlengket; Dedes, Diah, Irus, Muti, Sekar, dan Sella. ((baca juga cerita kita di Bandung, ya.))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s